Taguette Account 1

Taguette

Panduan Pelatihan · Analisis Data Kualitatif

Tutorial Taguette untuk Pemula

Panduan langkah demi langkah berbahasa Indonesia untuk mengenal dan menggunakan Taguette, aplikasi gratis dan sumber terbuka untuk koding data kualitatif — teks wawancara, transkrip, dan dokumen naratif lainnya.

🧭 10 langkah 💸 100% gratis 🖥️ Desktop & berbasis peramban
01

Apa itu Taguette?

Taguette adalah perangkat lunak analisis data kualitatif (Qualitative Data Analysis/QDA) yang bersifat gratis, sumber terbuka (open source), dan dikembangkan khusus untuk memudahkan peneliti pemula — termasuk mahasiswa yang baru pertama kali menyusun skripsi berbasis data kualitatif. Fungsinya sederhana namun esensial: menandai (highlight) kutipan penting dalam dokumen, lalu memberi label atau kode tematik pada kutipan tersebut, sehingga pola dan tema dapat ditelusuri secara sistematis.

i Berbeda dari software komersial seperti NVivo atau ATLAS.ti yang berbayar dan memiliki menu kompleks, Taguette dirancang agar bisa dikuasai dalam satu kali sesi pelatihan.
02

Instalasi dan Cara Mengakses

Ada dua cara menggunakan Taguette, pilih sesuai kebutuhan pelatihan:

Cara AksesKeteranganCocok untuk
Aplikasi DesktopUnduh installer dari taguette.org sesuai sistem operasi (Windows/Mac/Linux), lalu buka dengan klik dua kali ikon Taguette. Aplikasi akan berjalan secara lokal di komputer dan otomatis membuka peramban di alamat localhost:7465.Data sensitif, kerja tanpa koneksi internet stabil
Versi OnlineBuka langsung melalui peramban di app.taguette.org tanpa instalasi apa pun.Pelatihan singkat, laboratorium komputer kampus, atau perangkat yang tidak bisa diinstal aplikasi baru
! Untuk data wawancara yang bersifat rahasia atau memuat informasi pribadi narasumber, sebaiknya gunakan versi desktop agar data tidak tersimpan di server pihak ketiga.
03

Membuat Proyek Baru

Setelah Taguette terbuka dan Anda login, akan tampil daftar proyek yang sudah ada beserta dua pilihan: membuat proyek baru atau mengimpor proyek dari file. Satu proyek biasanya mewakili satu penelitian atau satu topik skripsi. Klik “Create a new project” (atau “Buat proyek baru” jika antarmuka sudah diatur ke bahasa Indonesia — lihat langkah 5), lalu isi kolom judul (misalnya “Skripsi Persepsi Mahasiswa terhadap Pembelajaran Daring”) dan deskripsi singkat mengenai fokus penelitian.

Halaman Welcome Taguette setelah login, menampilkan daftar proyek serta tombol Create a new project dan Import a project file.
Halaman awal setelah login — daftar proyek dan opsi membuat proyek baru.
Formulir Proyek Baru Taguette dalam bahasa Indonesia, dengan kolom Nama, Deskripsi, dan tombol Buat.
Formulir “Proyek baru” — antarmuka Taguette juga tersedia dalam bahasa Indonesia (menu Akun → ubah bahasa).

Tampilan kerja Taguette terbagi menjadi dua panel utama, dengan tiga tab navigasi di panel kiri: Info proyek, Dokumen, dan Sorotan:

  • Panel kiri — berisi tab Info proyek, daftar dokumen yang diunggah (tab Dokumen, dengan tombol “Tambah dokumen”), dan daftar kutipan yang sudah ditandai (tab Sorotan).
  • Panel kanan — area utama untuk membaca dan menandai isi dokumen; sebelum dokumen dipilih, area ini menampilkan pesan “Muat dokumen di sebelah kiri”.
Tampilan ruang kerja proyek Taguette dalam bahasa Indonesia, dengan tab Info proyek, Dokumen, dan Sorotan di panel kiri, serta tombol Tambah dokumen.
Ruang kerja proyek setelah dibuat — panel kiri (tab Dokumen/Sorotan) dan panel kanan yang masih kosong menunggu dokumen dipilih.
04

Mengunggah Dokumen

Pada tab Dokumen, klik tombol “Tambah dokumen” untuk mengunggah data mentah penelitian — misalnya hasil transkrip wawancara, catatan lapangan, atau hasil open-ended survei. Format file yang didukung cukup luas:

  • PDF
  • DOCX (Microsoft Word)
  • TXT (teks polos)
  • ODT (OpenDocument Text)
  • MD (Markdown)
  • HTML
! File Excel (.xlsx) tidak termasuk format yang didukung. Jika transkrip Anda masih berbentuk Excel, salin isinya ke Word/Notepad dan simpan sebagai .docx atau .txt terlebih dahulu.

Pada dialog “Tambah dokumen”, isi kolom “Masukkan nama dokumen” dengan nama yang mudah dikenali (misalnya “Wawancara Responden 01”), pilih file lewat Choose File, tentukan arah baca teks (Kiri ke kanan untuk Bahasa Indonesia), lalu tambahkan deskripsi singkat jika perlu. Klik Impor untuk menyelesaikan.

Tampilan dialog Tambah dokumen di Taguette berbahasa Indonesia, dengan kolom Masukkan nama dokumen, tombol Choose File, pilihan Kiri ke kanan/Kanan ke kiri, kolom Deskripsi, dan tombol Impor/Batal.
Dialog “Tambah dokumen” — isi nama, pilih file, lalu klik Impor.

Dokumen yang berhasil diimpor akan langsung muncul di daftar tab Dokumen. Klik nama dokumennya untuk membuka isinya di panel kanan.

Isi dokumen transkrip wawancara mentah yang tampil di panel kanan Taguette, berupa dialog bergantian antara Peneliti (P) dan Guru (G) tanpa kode atau fragmen apa pun.
Isi dokumen setelah dibuka — transkrip mentah berupa dialog bergantian antara P (peneliti) dan G (guru), belum diberi kode atau fragmen apa pun, dan siap disorot mulai dari langkah berikutnya.
05

Bahasa Antarmuka & Kolaborasi Tim

Taguette menyediakan antarmuka berbahasa Indonesia — seluruh menu seperti “Beranda”, “Proyek baru”, “Nama”, “Deskripsi”, hingga tombol “Buat” dapat tampil dalam bahasa Indonesia. Untuk mengaktifkannya, buka menu Akun di pojok kanan atas, lalu pilih pengaturan bahasa. Fitur ini membantu mahasiswa yang belum terbiasa dengan istilah teknis berbahasa Inggris.

Jika penelitian dikerjakan secara kelompok, Taguette juga mendukung kolaborasi dengan mengundang anggota tim lain ke proyek yang sama, lengkap dengan empat tingkat izin akses:

Tingkat IzinKewenangan
Full (Penuh)Mengelola seluruh aspek proyek, termasuk anggota tim
Can’t manage collaboratorsBisa mengedit proyek, tetapi tidak bisa menambah/menghapus anggota
View & editBisa melihat dan mengubah isi (dokumen, tag, highlight)
View onlyHanya bisa melihat, tanpa mengubah apa pun
06

Membuat dan Mengelola Kode (Tag)

Dalam istilah Taguette, “kode” tematik disebut tag. Secara bawaan, tersedia satu tag contoh bernama interesting sebagai titik awal. Untuk penelitian sesungguhnya, buat tag baru sesuai kerangka tema/konsep dari kajian pustaka atau pertanyaan penelitian.

Fitur yang berguna untuk mahasiswa:

  • Struktur hierarkis — gunakan tanda titik untuk membuat sub-tema, misalnya motivasi.internal dan motivasi.eksternal sebagai turunan dari tema besar “motivasi”.
  • Edit dan hapus — setiap tag dapat diubah nama/deskripsinya melalui ikon edit, atau dihapus jika ternyata tidak relevan.
  • Gabung tag (merge) — dua tag yang ternyata tumpang tindih maknanya bisa digabung menjadi satu; seluruh highlight dari tag lama otomatis berpindah ke tag tujuan.
Tab Sorotan di Taguette menampilkan daftar tag CK, PCK, PK, TCK, TK, TPACK, dan TPK beserta jumlah kutipan pada masing-masing tag, dengan tombol Sunting di sebelah setiap tag.
Tab “Sorotan” menampilkan daftar tag yang sudah dibuat lengkap dengan jumlah kutipan (highlight) pada tiap tag — contoh di atas menggunakan kerangka TPACK dasar (CK, PK, TK, PCK, TCK, TPK, TPACK).
07

Menyorot dan Memberi Kode pada Teks

Inilah inti dari proses analisis kualitatif di Taguette:

  1. Blok kutipan penting dalam dokumen dengan cara klik dan tarik (drag) kursor pada teks.
  2. Setelah teks tersorot, pilih satu atau beberapa tag yang relevan dari daftar yang sudah dibuat.
  3. Jika tema baru muncul saat membaca (yang lazim terjadi pada analisis induktif), tag baru bisa langsung dibuat pada saat itu juga tanpa harus kembali ke menu pengelolaan tag.
  4. Untuk membatalkan, klik teks yang sudah tersorot lalu pilih opsi hapus highlight.
i Untuk skripsi, disarankan melakukan proses ini bertahap per transkrip, lalu membandingkan pola tag antar-responden setelah beberapa dokumen selesai dikoding — ini mendekati logika analisis tematik (thematic analysis) Braun & Clarke.
08

Melihat dan Menelaah Hasil Koding

Setelah beberapa dokumen dikoding, gunakan tab Sorotan untuk menelusuri seluruh kutipan berdasarkan tag tertentu — misalnya melihat semua kutipan yang bertag “motivasi.internal” dari seluruh responden sekaligus, tanpa perlu membuka dokumen satu per satu.

  • Opsi “Lihat semua sorotan” (See all highlights) menampilkan seluruh kutipan dari semua tag dan semua dokumen dalam satu tampilan — berguna untuk melihat gambaran umum sebelum menulis bab hasil penelitian.
  • Kotak centang Backlight (terlihat di panel kiri pada langkah-langkah sebelumnya) menonjolkan bagian teks yang sudah disorot, sehingga bagian yang belum dikoding menjadi lebih redup — memudahkan memeriksa kelengkapan koding.
  • Arahkan kursor (hover) pada bagian yang disorot untuk melihat tag apa saja yang melekat pada kutipan tersebut.
09

Mengekspor Hasil Analisis

Tombol ekspor tersedia di pojok kanan atas saat sebuah dokumen terbuka, berlabel “Ekspor tampilan ini”. Taguette menyediakan beberapa jenis ekspor yang bisa langsung dilampirkan sebagai bagian dari naskah skripsi atau laporan penelitian:

Jenis EksporFormat yang TersediaKegunaan
Buku kode (codebook)QDC, CSV, XLSX, DOCX, HTML, PDFLampiran daftar tag dan definisinya
Kutipan per tagHTML, CSV, XLSX, DOCX, PDFBahan penulisan bab hasil/pembahasan per tema
Seluruh highlightHTML, DOCX, PDFRekap menyeluruh untuk verifikasi pembimbing
Dokumen sumberHTML, DOCX, PDFArsip transkrip lengkap dengan penandaan warna
Proyek utuhFile database SQLite3Cadangan (backup) atau berbagi proyek ke perangkat lain

File proyek (SQLite3) inilah yang digunakan untuk memindahkan pekerjaan ke komputer lain — cukup impor file tersebut lewat layar awal (welcome screen) Taguette di perangkat baru.

10

Tips Praktis untuk Mahasiswa

  • Susun kerangka tag sebelum mulai — sinkronkan dengan pedoman wawancara atau kajian teori agar proses koding tidak berubah arah di tengah jalan.
  • Lakukan uji coba pada satu transkrip dulu — koding satu dokumen penuh, lalu evaluasi apakah struktur tag sudah memadai sebelum melanjutkan ke seluruh data.
  • Simpan cadangan berkala — ekspor file proyek (SQLite3) secara rutin, terutama sebelum sesi bimbingan dengan dosen pembimbing.
  • Dokumentasikan definisi tiap tag — kolom deskripsi pada setiap tag sangat membantu saat menulis definisi operasional tema pada bab metode penelitian.
  • Manfaatkan struktur hierarkis tag secukupnya — terlalu banyak sub-tag justru menyulitkan sintesis tema besar (analisis lintas kasus) di tahap akhir.

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 − 12 =